Saya pernah memusnahkan semua koleksi kaset lagu-lagu yang saya miliki. Baik yang beli sendiri maupun peninggalan kakak saya. Ada Phil Collins, YES, Duran Duran, Michael Frank, The Police, KLA Project, Tika Bisono, Iwan Fals, Rhoma Irama, dll. Semua saya musnahkan. Itu karena di pengajian saya mendapat pelajaran bahwa musik itu haram. Tapi disini kita tidak membahas masalah keharaman musik. Kita bahas di lain tempat saja, atau mungkin tidak perlu kita bahas. Yang lebih penting adalah bagaimana cara saya memusnahkan kaset-kaset tersebut.
Kebetulan waktu itu saya aktif ngaji di Pak Kholid (Kholid Abu Bakar) di Masjid Tropodo. Tapi bukan Pak Kholid ini yang ngasih tahu kalau musik itu haram, saya dapatnya dari ustadz lain. Pak Kholid ini hanyalah korban dari proyek pemusnahan ini. Ceritanya kaset-kaset itu tidak saya bakar atau hancurkan, tapi saya gunakan untuk merekam pengajian Pak Kholid. Lumayan ada kurang lebih 40 kaset. Satu kaset untuk satu episode pengajian yang durasinya sekitar 1 jam itu.
Jadi tiap minggu koleksi lagu saya berkurang satu dan koleksi pengajian bertambah satu. Saya tidak membuat prioritas lagu siapa yang lebih dulu saya musnahkan. Bagi saya semuanya sama haramnya. Tapi entah kenapa di episode yang spesial itu kok pas Rhoma Irama yang saya ambil. Saya rewind mentok, saya masukkan tape recorder kecil. Waktu itu tahun 1996, jadi belum bisa ngrekam pake MP3 Recorder kayak sekarang. Sampai di masjid tape saya letakkan di dampar (bangku panjang untuk baca Al-Qur’an sambil bersila) di depan Pak Kholid. Ada dua tape, milik saya dan milik seorang bapak tua. Memang dua orang ini saja yang langganan ngrekam. Pak Kholid mulai ceramah "Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh… asyhadu’alla ila ha illallah wa’asyhadu anna muhammadarrasulullah… wassolatu ala rasulillah wasahbihi wa mawwalah… saudara-saudara minggu kemarin kita sampai pada ayat…" tiba-tiba ada suara Rhoma Irama "Dari batukah hatimu wahai para hartawan…jreng sampai hatimu membiarkan yang kelaparan…jreng oooohhh". Suara itu keras terdengar di luar masjid melalui speaker TOA. Beberapa detik semua terdiam, termasuk Pak Kholid. Sampai beliau sadar "Ini lho tapemu yang bunyi". Astaghfirullah kayaknya saya tadi terburu-buru mencet, seharusnya tombol Play dan Rec bersamaan, tapi yang kena Play doang. Kejadian kacau ini jelas terekam di kaset milik bapak tua teman saya itu. Mudah-mudahan beliau masih menyimpannya.
hehehe.. lucu iku pak, ndak mbayangno koyok opo wajahe para jamaah hehe..