Pemberantas Kemunafikan
Islamlah Atau Tidak Sama Sekali
3 December 2007

Salah satu problem timnas PSSI sudah jelas, yaitu tinggi badan. Problem ini tidak begitu terasa saat timnas PSSI berhadapan dengan timnas sesama negara ASEAN, semisal Thailand, Malaysia, Singapura dan Vietnam. Kekalahan dari sesama ASEAN beberapa tahun terakhir ini lebih disebabkan problem lain seperti kedisplinan, teknik dan stamina. Tapi kalau sudah berhadapan dengan negara diluar ASEAN, nggak usah jauh-jauh Eropah, cukup dengan jago-jago Asia seperti Arab Saudi, Jepang, Korsel, Cina, Iran, Irak ataupun yang nggak jago sekalipun seperti Qatar dan Syria, maka problem tinggi badan sudah terasa mengganggu.

Jangan bilang…memang orang Indonesia ukurannya segitu, mau gimana lagi? Gak bisa bilang begitu lah, berapa tinggi rata-rata pemain KOBATAMA? Riko Hartono (ASPAC) 186cm, Denny Sumargo (Satria Muda) 183, dan masih banyak yang tingginya segitu. Seharusnya mereka itulah yang masuk timnas PSSI. Lha…bakat orang kan lain-lain? saya jelaskan ya…mereka main basket itu bukan karena bakat, tapi karena merasa dirinya pantas bermain basket, 183cm man…tinggi dong, main basket nih gua, main bola? apaan? ribut doang, kurang bergengsi, buat yang lain saja. Begitulah alasan mereka.

Padahal tinggi mereka itu masih 20cm dibawah tinggi rata2 pemain NBA. Jadi mereka itu nggak pantas jadi pemain basket. Jangankan main basket, jadi pemain voli saja masih kurang tinggi. Informasi saja, tim voli pria dunia itu umumnya 4-5 pemain tingginya sekitar 2m yaitu antara 200-206cm, dan sisanya sekitar 12 pemain tingginya diatas 190cm. Kalau Indonesia 4-5 pemain tingginya diatas 190cm, paling tinggi Ayip Rizal 193cm, sisanya sekitar 12 pemain tingginya 180-189cm.

Ini fenomena yang terjadi dengan remaja di Indonesia. Mereka itu kalau tinggi badannya 175cm keatas sudah merasa layak main basket dan voli di lingkungan tempat tinggalnya. Saya lihat di SMU-SMU pas sore, banyak banget yang main basket, berangkat dari rumah sudah men-dribble bola…gaya banget, tau berapa tingginya? halah sekitar 175cm, hanya satu dua yang tingginya 180cm keatas. Apalagi kalo ada yang tingginya 185-190cm wah pasti sudah didapuk oleh teman-teman SMU/Kampus-nya untuk jadi anggota inti tim basket! Gini kok dibilang professional, menurut saya ini cuma just for fun, dan saat kondisi prestasi olah raga tanah air khususnya sepak bola sudah sekarat seperti ini, nggak pantas pemuda-pemuda yang punya potensi itu berlatih olah raga dengan misi just for fun.

Nah kalau yang tingginya 175cm keatas pada suka main basket dan voli, sudah jelas yang gabung ke lapangan bola tinggal yang pendek-pendek. Paling 165cm kayak Eka Ramdani (Persib), Ponaryo Astaman 170cm, Bambang Pamungkas 171cm. Mereka ini adalah produk dari komunitas sepak bola kampung dan sekolah sepak bola yang hampir semua anggotanya adalah sisa anak muda yang ditinggal oleh golongan 175cm keatas tadi. Hal ini juga tercermin dari seleksi My Team, lihat yang datang…rata2nya nggak sampai 175cm.

Untuk mengubah fenomena ini jelas bukan hanya tanggung jawab para 175cm keatas tadi untuk rela meninggalkan atribut basket+voli dan ganti berduyun-duyun bergabung ke latihan sepak bola, dan juga bukan hanya tanggung jawab para sisa (165cm-170cm) untuk rela menjauh dari lapangan bola, tapi juga tanggung jawab pemerintah untuk memberikan motivasi dan membuat aturan.

Sebagai perbandingan, ini saya paparkan fakta tinggi badan pemain kelas dunia. Untuk sepak bola rata2 180cm keatas, seperti Adrian Mutu (Juve) 180cm, David Martin (Kiper Liverpool) 185cm, Fernando Torres 183cm, Jose Manuel Reina (Kiper Liverpool) 187cm, Sami Hyypia 192cm, Jamie Carragher 186cm, Steven Gerrard 188cm, Fernando Torres 183cm, David Beckham 183cm, Jens Lehmann 190cm dan Oliver Kahn 188cm. Dilihat dari fakta diatas maka sudah sepantasnya PSSI buat aturan, tinggi badan pemain PSSI minimal 180cm. Ada yang bilang jadi pemain sepak bola gak harus tinggi, yang pendek juga banyak dan juga bisa jadi pemain top seperti Fabio Cannavaro 175, Tevez 170, Roberto Carlos, dll. Pemain pendek bisa mengandalkan kecepatan dan kelincahan. Boleh, tapi mas…coba anda perhatikan, apakah di tim Brazil semua pemainnya pendek? lihat Ronaldinho 178cm, Ronaldo 183cm, Adriano 189cm, Cafu 176cm. Juga tim Tango…paling yg pendek cuma Teves dan Messi. Mereka memang pendek (sekelas Bambang Pamungkas lah) tapi 9 atau 10 pemain lainnya tetap aja standar 180cm.

Itu fakta tinggi badan pemain sepak bola dunia, nah sekarang fakta pemain sepak bola tanah air. Nggak semuanya harus disesalkan, masih ada yang sudah standar dunia seperti Ardan Aras 182cm dan Marcus Harrison (kiper PSMS) 184cm. Nah untuk tim masa depan cari yang kayak gini. Kan cuma 2 bang? masih butuh sekitar 18 orang lagi, lha itu…kemaren-kemaren elu biarin aja mereka masuk ke tim voli, kan ada 4 pemain voli timnas tingginya diatas 190cm… nah sisanya itu yang 180-189cm kenapa dulu boleh pegang bola voli? suruh jadi defender dan midfielder timnas PSSI saja kan bagus. Masih kurang? PERBASI dan KOBATAMA di bekukan saja, atau dibubarkan kalo perlu. Lapangan basket seluruh Indonesia diubah jadi lapangan voli, udah nggak usah main basket…nggak modal! Lho eman-eman dong kita punya Cokorda yang tingginya 205cm, halah tinggi segitu aja GR, lihat fakta pemain NBA: Yao Ming 229cm, M. Jordan 198cm, Tim Duncan 213cm, Grant Hill 204cm, Shaquille O`Neal 215cm, Hedo (Orlando Magic) 208cm, Allan Houston 198cm. Cokorda tingginya masuk, tapi sendirian, mending Cokorda coba-coba ke NBA saja kalau nurutin egois, kalau di KOBATAMA jelas nggak ada teman, atau kalau mau patriotis masuk ke timnas voli saja. Saya kira dengan masuknya Cokorda ke tim voli plus pemain KOBATAMA yg tingginya diatas 190cm kayak Romy Chandra (Texmaco) 192cm, Ronny Gunawan (CLS) 193, dll maka timnas voli sudah standar dunia. Ini strategi untuk masa depan, tapi harus dilakukan dari sekarang untuk anak muda yang belum terlanjur nurutin gengsi.

Yang melakukan ya harus pemerintah, diantaranya membekukan PERBASI dan KOBATAMA, memberikan fasilitas uang saku, biaya hidup dan sekolah gratis bagi pemuda bertinggi 180cm-190cm yang mau gabung dengan klub sepak bola, dan pemuda bertinggi 190cm keatas yang mau bergabung dengan klub voli. Melarang klub sepak bola dibawah PSSI untuk menerima pemain dengan tinggi badan kurang dari 180cm dan melarang klub voli menerima pemain dibawah 190cm. Fasilitas diatas hanyalah contoh, jika dirasa kurang memotivasi, ya boleh ditambah misal setelah lulus SLTA akan dikirim ke luar negeri untuk berlatih selama 1 th di klub divisi utama, kayak Primavera dulu.

Good Luck PSSI dan PBVSI

Comments

Fauzan 3 December 2007, 2:28 pm

emang kalo rata2 pemai kita diatas 180 dah menjamin kalo sepakbola ina bakalan maju ??
urusin dulu tuh peraturan liga ma ulah suporternya

Prabowo 4 December 2007, 2:01 am

Buat aja pak, sepakbola yang gengsinya tinggi. Kesannya dari artikel di atas kan sepakbola Indonesia milik orang kampung kebanyakan, kurang bergengsi. Di tengah masa sekarang yang menonjolkan citra, yang anak2 mudanya suka silau oleh hal2 yang tampaknya wah, kita angkat citra sepakbola. Berikan gambaran ini olahraga yang gaya, bergengsi… seperti NBA itu. Marketingnya juga yang cihuy. Jadi kan anak2 muda yang 180cm ke atas itu pada terpesona. Gampang deh menariknya u/ jadi pemain bola.

andrie is 4 December 2007, 3:03 am

good idea…
pilih yg jago ngolah bola + tinggi.
disaat tendangan dr luar kotak pinalti pd mencelat ga karu2an, msh bs mengandalkan umpan2 crossing yg sangat efektif jika striker tdk selalu berada dibawah pundak bek lawan…

brian 27 May 2008, 10:22 am

gak setuju pemain timnas harus tinggi!! orng pendek lebih jago lage..
liat tuh si eka ramdani,firman utina,syamsul bachri.. mereka pendek tapi perannya di lini tengah sangat vital!! tapi tetep indo butuh beberapa pemain timnas yang tingginya 180 ke atas biar ada keseimbangan

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: em, b, blockquote



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.