1. Jangan membuat bahan presentasi (power point atau flash) yang terlalu heboh. Jika perlu animasi, buat yang sederhana saja. Gambar-gambar juga jangan terlalu menarik perhatian, juga jangan menampilkan text sampai satu paragraf, karena audience akan malas membacanya. Satu-satunya yang harus menarik perhatian audience hanyalah anda, suara dan penampilan anda. Bahan presentasi hanyalah tool yang tidak boleh membelokkan perhatian audience dari memandang anda.
2. Sebelum memulai presentasi, mintalah seseorang untuk membacakan profile anda. Orang ini harus anda order beberapa hari sebelum presentasi, agar dia menguasai betul profile anda sehingga bisa membaca dengan jelas dan benar. Sebab dalam profile biasanya ada istilah-istilah yang asing bagi orang lain. Anda juga bisa pakai alternatif merekam suara orang lain yang membaca profile, kemudian memutarnya sebelum anda presentasi. Ingat, profile jangan anda baca sendiri. Pembacaan profile singkat saja, jangan sampai lebih dari 3 menit.
3. Sampaikan tujuan presentasi anda diawal. Contoh: “Terima kasih atas waktu yang telah diberikan, saya disini akan menawarkan sebuah billing system”, atau “Didalam momen yang sangat penting ini, saya akan memaparkan prosedur kerja yang bisa kita pakai tahun depan”.
4. Beritahukan kepada audience keuntungan yang akan mereka peroleh jika mereka membeli/memakai apa yang anda tawarkan. Sampaikan ini segera setelah anda menyampaikan tujuan presentasi.
5. Lakukanlah presentasi sendirian, jangan mengajak rekan atau bawahan untuk sekedar meng-click powerpoint atau bahkan mengoperasikan software. Semuanya harus anda lakukan sendiri, baik berbicara, meng-click powerpoint dan mengoperasikan software. Yang lazim di Indonesia, yang pinter ngomong adalah orang marketing, tapi nggak becus teknikal. Yang bikin software programmer dan nggak becus ngomong. Jadi kalo presentasi, minimal harus datang berdua, orang marketing bicara, programmer mengoperasikan produk, sambil nyambi nge-click power point, kadang kebacut…untuk nge-click power point saja ngajak satu orang lagi, misal junior marketing. Ini jelas budaya yang salah, presentasi menjadi tidak sinkron, sering marketing berbicara diluar kemampuan software, atau marketing melirik programmer menunggu isyarat bahwa yg dibicarakan benar. Sering juga tampilan powerpoint telat, atau bahkan mendahului topik pembicaraan.Presentasi cukup satu orang saja, kalau yang presentasi orang marketing dia harus menguasai software, kalau yang presentasi programmer, dia harus pintar bicara.
6. Berdirilah disamping tampilan LCD Proyektor di tembok atau layar, menghadaplah ke audience, jadi anda membelakangi tampilan. Jangan terlalu jauh, agar audience tidak kecapekan otot matanya karena harus bergantian melirik tampilan LCD di tembok dan balik lagi melihat anda. Juga jangan terlalu dekat, agar gerakan tangan atau mungkin kepala anda tidak membayang di tembok.
7. Selama presentasi jangan sekali-kali menoleh ke belakang untuk melihat tampilan power point. Menoleh ke belakang trus balik lagi ke audience, sering-sering begitu kelihatan lucu. Cukup lihat laptop, toh isinya sama dengan yang ditembok. Atur agar layar laptop dan pandangan ke audience berada pada sudut pandang yang sempit. Sambil berdiri bawalah mouse, tidak harus tetap dimeja, bebas dan nyantai saja, toh hanya untuk di-click, mouse mengikuti dimana telapak tangan kanan anda berada. Untuk itu cari mouse yg kabelnya agak panjang. Dengan begini pembicaraan dan power point bisa sinkron, karena otak yang menggerakkan cuma satu, yaitu otak anda. Inilah tujuan saran saya diatas, kenapa power point dibuat sederhana, supaya audience bisa langsung tahu obyek yang anda bicarakan, tanpa harus anda tunjuk dengan laser pointer. Penggunaan laser pointer akan menyebabkan anda menoleh ke tembok, kemudian ke audience lagi, ke tembok lagi, begitu bolak-balik, ini akan kelihatan tidak bagus. Bahkan bisa lebih parah, yaitu anda menoleh ke tembok terus karena ada banyak obyek yang harus anda tunjuk sambil bicara.
8. Jangan pindah-pindah tempat atau mondar-mandir. Jaga posisi anda agar berdiri di satu tempat saja. Ini bukan panggung, audience hanya akan tertarik dengan apa yang anda bicarakan dan bagaimana anda bicara. Audience sama sekali tidak akan tertarik dengan aksi panggung anda.
9. Tangan kiri masukkan saku celana sebelah kiri. Ini akan membantu anda mencegah tangan kiri anda yang bebas untuk bergerilya secara liar. Misalnya megang2 ujung dasi. Menggaruk bagian tubuh yang tiba-tiba merasa gatal. Memelintir-melintir kabel mic atau mouse. Mengetuk-ngetuk pinggir meja. Dll.
Good Luck
wah, mantap banget tip & triknya
thanks y
cocok utk kita-kita, yg bisnis IT