Modem yang saya gunakan adalah Modem CDMA merk NeoTEL, tipe FH7602R 800MHz dengan kabel USB. Distro Linux pakai Kubuntu 7.04 Feisty Fawn, turunan Debian. Kalau ada teman-teman yang mempunyai modem lain atau Linuxnya distro lain, boleh saja pakai cara saya ini, mudah-mudahan cocok.
Yang pertama perlu diketahui adalah Linux tidak perlu driver untuk menjalankan modem CDMA. Lebih simple dibanding Windows. Tancapkan modem ke salah satu port USB. Kemudian buka console, login sebagai root, ketik “lsusb”, pastikan modem anda sudah dikenali, seperti contoh dibawah ini:
root@IDAHO:~# lsusb
Bus 001 Device 002: ID 05c6:3100 Qualcomm, Inc. CDMA Wireless Modem/Phone
Ketikkan “wvdialconf” untuk konfigurasi modem. Hasil dari wvdialconf adalah file /etc/wvdial.conf, edit file tersebut untuk memasukkan nomor dial (#777), username (starone, telkomnet@flexi atau m8) dan password. Simpan file. Setelah itu…dial? jangan dulu. Komputer yang dipakai dial itu punya ethernet card apa tidak? ini yang lebih ribet dibanding Windows, kalau ada ethernet card…komputer itu standalone atau merupakan bagian dari jaringan lokal? kalau standalone pastikan IP-nya dinamis (DHCP) atau di-disable saja sekalian (kan gak dipakai), kalau bagian dari jaringan lokal maka IP harus statis, karena kalau dinamis akan terjadi 2 kepentingan yaitu DHCP lokal dan DHCP provider. Modem bisa connect, tapi gak bisa akses internet. Untuk itu set IP-nya menjadi statis dan kosongkan gateway. Untuk set IP ketikkan…(contoh)
ifconfig eth0 192.168.2.5 netmask 255.255.255.0
Untuk mengosongkan gateway ketikkan:
route delete default
Sekarang sudah siap dial. Ketik “wvdial”. Tunggu beberapa detik sampai ada feedback dari provider berupa alamat DNS, seperti contoh dibawah ini:
root@IDAHO:~# wvdial
–>WvDial: Internet dialer version 1.56
–>Cannot get information for serial port.
–>Initializing modem.
–>Sending:
bla…bla…bla…..
–>primary DNS address 202.152.165.36
–>pppd: [08][06][08] o [11][06][08]
–>secondary DNS address 202.93.40.174
–>pppd: [08][06][08] o [11][06][08]
Modem sudah connect dan siap dipakai internetan. Untuk disconnect tekan Ctrl-C.
Testimoni: Saya sudah 2 tahun kalau connect modem ini pakai XP, dan sering XP sulit mendetect keberadaan modem, kabel USB harus dicabut/pasang beberapa kali sampai kedetect. Kadang sampai harus restart modem, baru bisa dial-up. Kalau pakai Kubuntu ini, “lsusb” selalu berhasil detect modem, gak pernah rewel. Untuk kecepatan proses dial-upnya, baik XP maupun Kubuntu sama-sama cepatnya
Nah, kalau komputer yang konek itu bagian dari jaringan lokal, maka arahkan semua gateway client ke IP komputer tsb, kemudian ketikkan:
iptables -A POSTROUTING -j MASQUERADE -t nat -s 192.168.2.0/24 -o ppp0
Maka komputer lain bisa internetan juga.
Good luck
Kalau pada fedora bisa ga ya?…
Saya cuma pernah coba di Kubuntu dan PCLinuxOS saja. Kalo Fedora belum pernah coba.